
Pelaksanaan latihan rutin PMR yang dilaksanakan sebulan sekali ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta kesiapsiagaan anggota Palang Merah Remaja (PMR).
Kegiatan latihan rutin tersebut didampingi oleh Pembina PMR SMAN 1 Pulau Rakyat, yakni Ibu Dinda dan Ibu Maysaroh, yang memiliki peran penting dalam membangun serta mengembangkan karakter anggota PMR. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat arahan dan bimbingan dari Fasilitator PMR PMI Kabupaten Asahan, Kak Iwan.
Pada latihan kali ini, materi difokuskan pada pengulangan Tri Bakti PMR dan 7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Tri Bakti PMR bertujuan untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat, menumbuhkan semangat bakti kepada masyarakat, serta mempererat persahabatan. Sementara itu, 7 Prinsip Dasar menjadi pedoman dalam melaksanakan aksi kemanusiaan secara netral, mandiri, dan tanpa diskriminasi.
Latihan juga dipandu langsung oleh para senior PMR SMAN 1 Pulau Rakyat. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai tandu darurat, dilanjutkan dengan praktik pembuatan tandu darurat oleh anggota PMR junior. Selain itu, peserta juga dibekali dengan teknik yang benar dalam mengangkat korban yang mengalami pingsan.
Selain meningkatkan keterampilan individu, latihan rutin ini bertujuan untuk mempererat kekompakan dan komunikasi antaranggota. Mengingat anggota PMR berasal dari 11 kelas yang berbeda, pada awalnya mereka belum saling mengenal satu sama lain. Oleh karena itu, para senior PMR menekankan bahwa di dalam ekstrakurikuler PMR tidak ada yang namanya kelompok-kelompok tertentu, sehingga seluruh anggota siap bekerja sama dan bertugas di lapangan. Hal ini sangat penting, baik saat pelaksanaan upacara bendera maupun ketika memberikan pertolongan kepada teman yang membutuhkan.
Tidak hanya berperan dalam memberikan pertolongan pertama, PMR juga menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta menumbuhkan semangat kerja sama. Kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya menerima manfaat dari pendidikan, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, sehat, dan penuh kepedulian melalui keikutsertaan dalam ekstrakurikuler kepalangmerahan.(*Red)






